Jumat, 11 Mei 2018

Lembar Kerja Siswa (LKS) Tekanan Zat Padat

LEMBAR KERJA SISWA
            A.    Tujuan
            Peserta didik dapat Memahami konsep tekanan pada zat padat

            B.     Alat dan Bahan
1.      Alat tulis
2.      Plastisin 2 buah
3.      Balok 1 buah

            C.     Dasar Teori
          Tekanan merupakan besarnya gaya per satuan luas permukaan tempat gaya itu bekerja.               Sehingga apabila gaya yang diberikan semakin besar, maka tekanan yang dihasilkan akan                   semakin besar. Sebaliknya, semakin luas permukaan suatu benda, tekanan yang dihasilkan                   semakin kecil. 
Secara matematis dapat dituliskan,

P = F / A

             Ket : P = tekanan (N/m2 atau Pa)
                      F = gaya (N)
                     A = luas permukaan (m2)

      
             Faktor yang mempengaruhi sebuah tekanan adalah besarnya gaya tekan dan luas                     permukaan / bidang tekan.

            D.    Cara Kerja
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Letakkan balok secara horizontal dengan plastisin, kemudian tekan balok tersebut
3.      Angkatlah balok tersebut dari plastisin, lalu amati kedalaman bekas balok tersebut
4.      Letakkan balok secara vertikal dengan plastisin, kemudian tekan balok tersebut
5.      Angkatlah balok tersebut dari plastisin, lalu amati kedalaman bekas balok tersebut
6.      Isi lah hasil pengamatan pada tabel pengamatan

            E.     Tabel Pengamatan

Balok 1
Balok 2
Kedalaman tekanan balok



            F.      Pertanyaan
1.      Apa yang terjadi dengan balok 1 dan balok 2 tersebut ?
2.      Balok manakah yang menghasilkan tekanan lebih besar ? Mengapa ?
3.      Faktor apa sajakah yang mempengaruhi besarnya tekanan pada zat padat ?

            G.    Kesimpulan

...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Lembar Kerja Siswa (LKS) Pesawat Sederhana

LEMBAR KERJA SISWA

            A.    Tujuan
Peserta didik dapat menjelaskan tuas (pengungkit)

            B.     Alat dan Bahan
1.      Alat-alat tulis
2.      Lembar kerja

            C.    Dasar Teori
Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan tuas golongan ketiga.
a.    Tuas Golongan Pertama
Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa. Contoh tuas golongan pertama ini di antaranya adalah gunting, linggis, jungkat-jungkit, dan alat pencabut paku.
b.   Tuas Golongan Kedua
Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titik tumpu dan kuasa. Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
c.    Tuas Golongan Ketiga
Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu dan beban. Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.

            D.    Langkah Percobaan
1.      Siapkan alat tulis dan lembar kerja yang diperlukan
2.      Amatilah gambar yang terdapat di slide layar proyektor
3.      Isilah tabel pengamatan dalam lembar kerja yang disediakan

            E.     Pengamatan

1.      Tabel Hasil Pengamatan
No
Nama Alat
Gambarlah dan Tuliskan Posisi Titik Tumpu, Titik Beban, dan Titik Kuasa
1
Gunting





2
Pembuka Tutup Botol





3
Penjepit







2.      Pembahasan
Gunting memiliki titik tumpu di...................., merupakan contoh tuas ke....................
Pembuka tutup botol memiliki titik beban di...................., merupakan contoh tuas ke....................
Penjepit memiliki titik kuasa di...................., merupakan contoh tuas ke....................


Kamis, 10 Mei 2018

Bunyi Hukum Newton (1,2,3) Rumus Beserta Contoh


HUKUM NEWTON 

Hukum gerak Newton adalah adalah 3 hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya

1.    Hukum I Newton
Berbunyi
"Jika resultan gaya yang bekerja pada benda  sama dengan nol, maka benda yang posisinya diam akan tetap diam dan Benda yang bergerak tetap bergerak dengan kecepatan yang konstan".

Secara Matematis Hukum I Newton dapat dituliskan sebagai berikut:

ƩF = 0

Dari Pemaparan diatas, dapat dipahami bahwa suatu benda akan cenderung mempertahankan keadaannya. Benda yang keadaan awalnya diam akan bertahan dan cenderung akan tetap diam, sebaliknya benda yang sedang bergerak akan cenderung tetap bergerak. Hukum I Newton ini biasa disebut sebagai hukum kelembaman.

Ketika berada dalam kendaraan yang sedang melaju dengan cepat kemudian berhenti secara tiba-tiba maka supir akan terdorong kedepan. Dorongan kedepan inilah yang menjelaskan kecenderungan benda yang diam akan bertahan untuk diam, dan yang bergerak akan bertahan untuk tetap bergerak.

2.    Hukum II Newton


Berbunyi :
“Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya".

Secara matematis Hukum II Newton dapat dituliskan sebagai berikut:

a = ƩF / m
dimana: a = percepatan (m/s2)
ƩF= resultan gaya (N)
 m = massa (kg)

Ketika kamu mendorong meja seorang diri, tentu meja tersebut bergerak lambat. Akan beda halnya ketika kamu mendorong meja dengan teman-temanmu, maka meja tersebut akan lebih mudah lagi bergerak. Hal ini terjadi karena gaya yang diberikan terhadap meja oleh kamu sendiri lebih kecil dibandingkan ketika kamu mendorong meja tersebut dengan teman-temanmu. Dengan demikian, meja lebih mudah digerakkan karena percepatannya lebih besar.

Contoh :
dirimu mendorong sebuah kotak bermassa 1 kg yang terletak diatas permukaan lantai datar tanpa gesekan dengan gaya sebesar 5 N. Berapakah percepatan yang dialami kotak tersebut ?
Penyelesaian :
Diketahui : m = 1 kg
F = 5 N
    Ditanya : a ?
    Jawab : a = ƩF / m
        = 5 N / 1 kg
        = 5 m/s2

3.    Hukum III Newton



Berbunyi :
“Jika suatu benda memberikan gaya pada benda lain maka benda yang dikenai gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan".

Secara matematis Hukum III Newton dapat dituliskan sebagai berikut:

Gaya aksi = - Gaya Reaksi
F aksi = - F reaksi


Coba sekarang memukul tembok dengan tanganmu? apa yang kamu rasakan? pastilah tangan terasa sakit. Nah sekarang cobalah menendang tembok dengan kaki tanpa memakai sepatu, apa yang kamu rasakan? tentunya kaki akan terasa sakit. Mengapa hal itu dapat terjadi? hal ini disebabkan saat kita memberikan gaya (menendang) tembok maka tembok juga akan membalas dengan gaya yang besarnya sama kepada kaki kita. 

Gaya yang kita berikan pada tembok saat menendang tembok disebut gaya aksi, gaya aksi ini arahnya menuju tembok. Sedangkan gaya yang tembok berikan disebut gaya reaksi, gaya reaksi arahnya menjauhi tembok.


Nah itu lah pembahasan dari Hukum Newton 1, 2 dan 3 bunyi, rumus beserta contoh nya. 
semoga bermanfaat 😉